Setalah Heboh dengan Lagu Separuh Aku-Dari Noah,Sekarang Noah Mengeluarkan Lagu Baru Lagi Download Lagu Noah - Berartinya Dirimu dan Liriknya. Anda sudah tahukah tentang lagu baru Peterpan setelah Ariel bebas dari tahanan dan Peterpan pun berganti nama menjadi Noah Band? yeah, . Oke tanpa pembahasan lagunya, saya upload di mediafire biar lebih mudah downloadnya :
Showing posts with label Musik. Show all posts
Showing posts with label Musik. Show all posts
Sunday, August 12, 2012
Sunday, July 29, 2012
Lirik Burgerkill - Tiga Titik Hitam
Tiga Titik Hitam
Ketika semua bayang menjauh dari tubuh
Dan ketika semua angan enggan menyapa
Terbaring aku, terjebak aku
Di keheningan dalam ketiadaan
Kucoba cahayai ruang jiwa ini
Terus berharap dan terangi
Kucoba sembunyikan suara hati
Terus menampik dan berlari
Kutenggelam dalam kelam
Dan menjauh tanpa bayang
Kucoba menelan luka yang tak kunjung usai
Teriakan namamu
Dikesunyian hatiku
Meraba, merangkul suryamu
Dikehangatan jiwamu
Saat kebenaran tak lagi bermakna
Aku tersandar dan terdiam
Kemana akan kubawa diriku pergi
Semakin jauh, semakin rapuh
Lepaskan diri, jatuh membusuk
Biarkan aku, hilang .. Muak !
Diposkan oleh
Bayu Handono
Label:
Lirik Lagu,
Musik
Thursday, July 19, 2012
Asking Alexandria - A Single Moment Of Sincerity
A Single Moment Of Sincerity
False tales lies of a washed up prom queen
Why’d you tell me everything was fine?
Everything was okay?
Get on your knees
Oh, why you tore me up?
No, why everything’s dead inside
Oh, you could’ve told me, at least I would’ve known
No, you should’ve told me and carved it in my bones
Tear out my eyes to remove the gift of sight
Proves ever cursing still, the light can’t find us here
Painted red my eyes are burning
And still you hide behind the waves
Your silence is so haunting
Your words relentless, burying in
My heart betrays me for a last first kiss goodbye
Fall asleep and jar one eye
Spilling every lie you’ve spilled before
But I’m not forgiving you
What happened between us, what can I give to save us
Being righteous isn’t quite enough
What happened between us, what can I give to save me
These oceans are far between our hearts (these oceans are)
The breathing has got too hard
Scream with the voice of an angel
Lie in the name of the gospel
Smile in the face of your victims, smile for me
This is my last request to you
Hold my breath
I was clutching on to disaster
Hold my breath
Diposkan oleh
Bayu Handono
Label:
Lirik Lagu,
Musik
Monday, July 16, 2012
Within Temptations
Within Temptation adalah Symphonic Gothic Metal band dari Belanda yang didirikan pada bulan april 1996 oleh Sharon den Adel (vokal) dan Robert Westerholt (rhythm) dengan nama awal "The Portal". Musik Within Temptation digambarkan sebagai Symphonic Metal dan Gothic Metal. Gaya bermusik yang melodius, gelap dan diperkuat oleh sang vokalis cantik Sharon den Adel yang bisa menghentak penuh power, sendu dan menyayat.
Lirik Within Temptation bertemakan tentang alam, fantasi, legenda-legenda dan mitos peri, dewa-dewi Pagan, sampai pencarian makna diri, kerinduan dan cinta kasih yang digambarkan dari sisi yang unik.
Within Temptation awalnya aktif di panggung musik underground, mereka terkenal di kalangan underground sejak merilis album "Enter" (1997). Album ini dipengaruhi oleh Gothic Doom Metal, sangat mengandalkan pada keyboard lambat, drum dan riff heavy guitar.
Pada tahun 1999 Within Temptation hiatus, mereka memilih untuk menyelesaikan studi mereka. Dan pada tahun 2000 Within Temptation bangkit kembali. Album "Mother Earth" (2000) menempati posisi ke 2 di tangga lagu Belanda dan menempati posisi pertama di tangga lagu Belgia dengan single "Ice Queen". Album "The Silent Force" (2004) dan "The Heart Of Everything" (2007) selalu menduduki urutan pertama di chart Belanda. Album "The Heart of Everything" (2007) menduduki urutan di Belanda, Finlandia, Belgia dan 10 besar di delapan negara. Pada tanggal 30 Maret 2007, album "The Heart of Everything" telah terjual 150.000 keping dalam minggu pertama.
Pada tanggal 7 Februari 2008, Within Temptation melakukan pertunjukan dengan 10.000 penonton yang berjudul "Black Symphony" di Ahoy, Belanda, bersama dengan The Metropole Orchestra dan beberapa musisi tamu. Tahun 2010 Within Temptation akan merilis album baru, mungkin akan dirilis pada musim gugur tahun 2010, setelah menyelesaikan tur kedua, "Acoustic Theatre", direncanakan pada bulan April 2010. Album Within Temptation telah menjual lebih dari 8 juta album di seluruh dunia.
Anggota :
Sharon Den Adel – Vokal (1996 - Sekarang)
Robert Westerholt – Rhythm, Vokal (1996 - Sekarang)
Ruud Adrianus Jolie – Gitar (2001 - Sekarang)
Jeroen van Veen – Bass (1996 - Sekarang)
Martijn Spierenburg – Keyboard (2001 - Sekarang)
Mantan Anggota :
Michiel Papenhove – Gitar (1996 – 2001)
Jelle Bakker – Gitar (2001)
Martijn Westerholt – Keyboard (1996 – 2001)
Dennis Leeflang – Drum (1996)
Richard Willemse – Drum (1996)
Ivar de Graaf – Drum (1996 – 1998, 1999 – 2001)
Ciro Palma – Drum (1998 – 1999)
Stephen van Haestregt – Drum (2002 - Maret 2010)
Diskografi :
Enter (1997)
The Dance [EP] (1998)
Mother Earth (2000)
Mother Earth Tour [DVD] (2002)
Running Up That Hill [EP] (2003)
The Silent Force (2004)
The Silent Force Tour [DVD] (2005)
The Heart of Everything (2007)
The Howling [EP] (2007)
Black Symphony [live] (2008)
Black Symphony [DVD] (2008)
An Acoustic Night at the Theatre [live] (2009)
The Unforgiving (2011)
Diposkan oleh
Bayu Handono
Label:
Musik
Burgerkill
Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya.
Mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudul Masaindahbangetsekalipisan tersebut.
Pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi Breathless dengan menyertakan lagu Offered Sucks didalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul Independent Rebel.
Disekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis).
Pada tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title Dua Sisi oleh Riotic Records. Pada tahun yang sama, band ini juga merilis single Everlasting Hope Never Ending Pain lewat kompilasi Ticket To Ride.
Mereka menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika: Puma yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia: INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka. Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title Berkarat.
Pada pertengahan tahun 2004, lewat album Berkarat Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia Ami Awards. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori Best Metal Production.
Di awal tahun 2005, Toto memutuskan untuk meninggalkan band tersebut. Mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player.
November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 Beyond Coma And Despair di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ini pun menjadi salah satu album terbaik di Rolling Stone Indonesia.[1]
Ivan sang vokalis akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di tengah-tengah proses peluncuran album baru mereka di akhir Juli 2006. Setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka.
Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka.
Band ini pernah satu panggung dengan beberapa band luar deperti The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa. Band ini juga menandatangani kontrak dengan Xenophobic Record Australia. Band ini juga akan merilis album baru mereka, Venomous pada bulan Juni 2011.
FORMASI
Vicky - vokal
Ebenz - gitar
Agung - gitar
Andris - dram
Ramdan - bass
Album :
Dua Sisi (2000)
Berkarat (2003)
Dua Sisi Repacked (2005)
Beyond Coma and Despair (2006)
Venomous (2011)
““Venoumous” album paling berbahaya yang pernah dibuat sama Burgerkill... Harapannya album ini bisa meracuni banyak orang.”
Sebagai ben yang segmented, bagaimana strategi kalian membuat market/pasar sendiri? Apalagi, banyak ben metal lokal yang ingin dapat penghasilan/hidup dari nge-ben.
Gw ga mau menjadi raja di kerajaan orang lain. Gw mau Burgerkill jadi raja di kerajaan sendiri. Dalam artian, industri pada dasarnya akan bermuara pada karya. Selama lo bisa berbuat sesuatu terhadap industri melalui karya dan karya lo bisa dipertanggungjawabkan di pasar, otomatis market lo akan terbentuk dengan sendirinya. Apapun itu bentuknya, entah merchandise, entah album, entah manggung. Karena itu kan bentuk apresiasi yang pengen dilihat & dinikmati sama market. Selama lo bisa mensubsidi itu, gw yakin ben itu akan tetap hidup.
Apakah Burgerkill masih sulit mengadakan acara di Bandung? Dengan kalian menggelar launching di Jakarta, apakah itu salah satu buktinya?
Sebetulnya engga sih. Cuma memang perijinannya mahal. Mungkin pihak keamanan lebih melihat kapasitas ben-nya. Mungkin mereka melihat sisi Burgerkill sebuah ben yang bisa mendatangkan banyak orang. Dan ketika orang banyak itu kan butuh pengamanan dari banyak personil. Dan itu yang membuat harga perijinan jadi mahal. Itu yang membuat temen-temen di scene jadi susah ngundang Burgerkill.
Kalau launching di Jakarta, sebetulnya emang kita mau launching di Jakarta. Sebetulnya, Burgerkill awalnya besar di Jakarta. Tahun 95-96 ben ini awalnya banyak main di Jakarta. Karena scene hardcore Bandung dulu belum sebesar/se-eksis Jakarta. Jadi, kita udah punya teman dan fanbase yang kuat di sini, apa salahnya bersenang-senang dengan teman-teman di sini (Jakarta). Yang di Bandung nanti, 24 September (abis Lebaran). Kita bikin di stadion Siliwangi, insya Allah.
Untuk ben metal seperti kalian, perlu ngga yang namanya RBT?
Kalau menurut gw sih ga perlu. Karena buat apa...? Lu dengerin musik mono, trus yang nikmatin orang lain. Ya kan? Okelah, kalau untuk media promo masih fine. Tapi kalo untuk diperjualbelikan gw kurang setuju. Toh, cuma 30 detik. Lu bisa nikmatin musik apa sih dari 30 detik?
Satu hal yang signifikan dalam diri Burgerkill adalah pergantian sang vokalis. Tanpa maksud membandingkan, tapi tema-tema apa yang kali ini kalian sampaikan?
Kita ada pergeseran kalau masalah tema lirik. Memang dulu Burgerkill identik dengan hal-hal kelam, hal-hal distrust gitu. Tapi sekarang kita udah ngga mau bicara itu karena dapur lirik sudah ngga dipegang lagi 100% sama Ivan. Dulu, gw sama Ivan yang ngurus dapur lirik. Idenya biasanya dari Ivan, nanti kita kerjain bareng-bareng. Trus, kenapa kita ngga mau lagi nulis hal-hal seperti itu? Karena dari kejadian Ivan meninggal itu kita udah punya pengalaman. Kita menganggap, lama-kelamaan lagu itu jadi seperti sebuah doa. Kenapa gw bisa bilang di album “Beyond Coma and Despair” itu banyak indikasi bahwa Ivan itu sudah mau “pergi”...
Jadi, lirik itu seperti curhatannya Ivan?
Yap. Betul.
Dan kita ngga merasa kompeten untuk bicara lagi hal itu. Karena kita ngga ngalamin. Latar belakang Vicky dengan Ivan dalam kehidupannya sudah beda. Kalau Ivan bilang dia melarat, ya dia memang hidupnya melarat. Kalau Ivan bilang sakit, dia memang sakit. Sedangkan Vicky engga. Jauh lebih sehat, jauh lebih mapan. Buat apa kita tulis apa yang ngga kita rasain/tau. Jadi, mending kita nulis yang kita lihat, yang kita pengen angkat, apa yang ngerasa mengganggu perasaan kita aja. Yaa yang paling simpel ya sosial, lingkungan.
Pada proses kreatif BK sampai sekarang, kalian telah melalui masa transisi genre. Mulai dari hardcore ala Rykers (‘Revolt’), lalu post-hardcore (‘Sakit Jiwa’), trus metalcore (‘Penjara Batin’), dst. Bagaimana dengan materi-materi tersebut, apa kalian masih suka bawakan di atas panggung?
Semua lagu buat kita itu hit. Kita engga pernah milih single, kita engga pernah milih lagu yang mana jadi jagoan. Jadi, semua lagu dari album pertama sampai album sekarang pun (beberapa) masih kita mainkan. Mungkin kalau dikasih kesempatan main waktu agak lama, mungkin juga kita banyak bawain lagunya ya. Tapi kita selalu berusaha, ya minimal, nyelipin satu/dua lagu dari album-album lama.
Dan Ini situs webnya :
http://www.burgerkillofficial.comhttp://www.myspace.com/burgerkillofficialhttp://www.youtube.com/burgerkillofficialhttp://www.reverbnation.com/burgerkillofficialhttp://www.purevolume.com/burgerkillofficial
Diposkan oleh
Bayu Handono
Label:
Musik
Monday, July 9, 2012
Master Jasad " Man Limbad"
Dari judulnya mungkin sudah pada tahu. Ya, kali ini saya akan sedikit iseng-iseng membahas atau menceritakan profil dari salah satu "Gegedug" atau pendiri atau biasa disebut bapaknya death metal Indonesia. Tidak lain da tidak bukan yaitu "Kang Rachman taua yang akrab dipanggil "Man Jasad".
Untuk orang Jawa Barat khususnya Bandung pasti sudah pada tahu Bapak yang satu ini, memulai karirnya dibidang musik tradisional Bapak yang satu ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan Indonesisa khusunya budaya Sunda. Namun bukan hanya itu saja, Beliau pun mencari berbagai macam cara dalam melestarikan kebudayaan Sunda, salah satunya yaitu Beliau mendirikan sebuah grup musik/band pada tahun 2000 di Bandung yang bergenre death metal.
Apa hubungannya band death metal dengan kebudayaan Sunda?? Ya memang bila dilihat secara garis besar sangat tidak ada hubungannya antar musik metal dengan kebudayaan Sunda, namun di mata Beliau musik adalah "Ekspresi Jiwa" dimana musik adalah segalanya sehingga dengan kejenisusan beliau, Ia mampu menyatukan atau mengkolaborasikan antara musik modern dengan musik tradisional Sunda.
Hal ini tercermin dari sebuah lagu yang berjudul"Kujang Rompang". Lagu ini mencerminkan kebudayaan Sunda karena liriknya berbahasa Sunda tentunya tetapi dibawakan dengan irama cepat, vokal yang menggerutu, skill yang cukup lumayan, nada rendah atau yang biasa disebut genre death metal. Dengan karya-karyanya yang hebat< beliau berhasil mengangkat derajat band-band yang beraliran sejenis atau bisasa disebut "Underground" disebut begitu karena jenis genre musikseperti ini cenderung masih sedikit peminatnya serta masih dianggap musik penuh kebrutalan.
Namun nyatanya tidak, dari banyak konsernya pun beliau berhasil menepis semua pendapat itu, karena beliau dapat membuktikan bahwa musik ini adalah suatu luapan Ekspresi Jiwa seseorang. Dari perkembangannya dari dulu hingga sekarang, musik ini dengan cepat banyak pendengarnya buktinyadi kota Bandung saja hampir setiap tahun bahkan hampir sangat sering diadakannya konser-konser musik "Undergroundz'. Seperti "Bandung Berisik" yang sekarang tidak hanya band-band cadas saja yang turut serta tetapi juga band-band beraliran punk, grunge bahkan popo pun turut ikut andil dalam konser ini.
Kembali ke bahasan, selain band "Jasad" beliau juga memiliki grup musik lain yang mengkolaborasikan antara musik cadas dan musik tradisional Sunda, beliau membuat grup musik yang bernama"KArinding Attack" yang bergenre"Bamboo Metal" dimana dalam penggunaan alat musiknya terdiri dari alat musik khas Jawa Barat seperti, angklung, suling, karinding dll. Di dalam grup musik inipun ada seorang pentolan grup band cadas yaitu dari "Burgerkill".
Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ternyata musik modern ternyata dapat dikolaborasikan dengan musik tradisional sehingga dapat menciptakan sebuah musik/lagu yang sangat indah, dan tidak lupa juga bahwa kita harus berterima kasih banyak kepada Beliau "Man Jasad" yang telah membangkitkan dan juga melestarikan kebudayaan Sunda dengan caranya yang sangat jenius.
Friday, June 15, 2012
Lirik Lagu A7x - Fiction
Sudah lama nih ngga posting lirik lagu. Kebanyakan posting mengenai blogger dari templates sampai CSS. Sekali-kali ga ada salahnya post lirik lagu, kebanyakan yang saya post sih lirik lagu dari band-band metal soalnya saya suka, curhat deh hehehe. Lirik yang saya post kali ini yaitu lirik dari Avenged Sevenfold atau biasa dikenal dengan sebutan a7x ya kurang lebih begitulah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk yang menyukai band ini, walaupun sudah banyak lirik-lirik yang bisa di search di si mbah G, tapi ga ada salahnya kan :D oh iya gambar di samping ini adalah gambar dari gitaris band tersebut, cool kan hahaha. Adapun artikel yang lain yaitu pada postingan Lirik Darkness Surrounding - A7x, langsung saja di bawah ini liriknya.
A7x - Fiction
Now I think I understand
How this world can overcome a man
Like a friend we saw it through
In the end I gave my life for you
Gave you all I had to give
Found a place for me to rest my head
While I may be hard to find
Heard there's peace just on the other side
Not that I could
Or that I would
Let it burn
Under my skin
Let it burn
Left this life to set me free
Took a piece of you inside of me
All this hurt can finally fade
Promise me you'll never feel afraid
Not that I could
Or that I would
Let it burn
Under my skin
Let it burn
I hope it’s worth it, here on the highway, yeah
I know you'll find your own way when I’m not with you
So tell everybody, the ones who walk beside me, yeah
I hope you'll find your own way when I’m not with you tonight
I hope it’s worth it, what’s left behind me, yeah
I know you'll find your own way when I’m not with you
So tell everybody, the ones who walk beside me, yeah
I know you'll find your own way when I’m not with you tonight
Diposkan oleh
Bayu Handono
Label:
Lirik Lagu,
Musik
Tuesday, May 8, 2012
Ini Lagu apaan yah??
Haha mungkin buat yang kurang menyukai sama lagu cadas atau lagu tempo cepat mungkin kurang tidak akan tau arti lirik dari lagu yang dinyanyiin sama band asal Italia ini. Tapi ada sebagian besar orang yang menyukai lagu seperti ini walaupun menurut saya sendiri lagunya terlalu bising buat di dengar. Kebetulan saya tinggal di salah satu kota yang banyak berlahiran band band seperti ini jadi mungkin saya terperngaruh oleh bisikan bisikan. hahaha
Sebenarnya sih saya cuma ingin posting video band Technical Death Metal, semoga saja bisa menikmati dan sukur2 bisa paham sama liriknya :p
Sebenarnya sih saya cuma ingin posting video band Technical Death Metal, semoga saja bisa menikmati dan sukur2 bisa paham sama liriknya :p
Diposkan oleh
Bayu Handono
Label:
Musik
Saturday, April 28, 2012
Restless
Asal Negara : Indonesia
Lokasi : Bandung, Jawa Barat
Status : Active
Tahun Berdiri : 1997
Genre : Gothic Metal
Lyrical themes : Religion, Myths, Feelings
Label : Unsigned/independent
Name Year
Bentangan Sunyi 2000
Shadow of Life 2004
Hariku Lebih Hitam Dari Gelapnya Malam 2007
Sang Pemberi Cahaya 2010
Bila Waktu 2011
Telah lama Dani bermimpi untuk membuat sebuah band dengan format baru. Format yang tidak biasa dan memang terbilang baru di dunia musik undergrond, Dani menginginkan sebuah band dengan vokal wanita dengan dasar musik rock metal yang berasaskan riff guitar seperti musik Thrash/Heavy Metal yang agak bermelodi redup. Jenis kita kenal sekarang dengan aliran jenis Gothic Metal.
Dalam perjalanan bermusik yang juga sebagai drummer Jasad, Dani mencari rekan yang bisa membangun mimpinya. Pada tahun 1995, Dani menemukan orang yang bisa diajak bekerjasama dalam proyeknya dengan Shule (eks Gitaris Sacrilegious, Sonic Torment dan Bedebah). Bersama Shule, Dani menemukan kecocokan sehingga bersepakat merekrut personil lainnya yaitu Abet (Drummer) disusul oleh Hani (Bassist eks Sacrilegious).
Setelah konsep dasar bermusik didapat, lahir nama Restless yang merupakan nama lamunan Dani, setiap dia merenung seorang diri. Pada saat bersamaan Ujungberung Scene membentuk proyek besar dan fenomenal yang berawal hanya dari mimpi. Proyek Kompilasi diberinama Ujungberung Rebels, itulah nama proyek yang didalamnya berisikan band-band Ujungberung dan Restless termasuk di dalamnya.
Untuk partisipasi dalam proyek Ujunberung Rebel tersebut, Restless masih memerlukan personil utama yaitu seorang vokalis yang tentunya harus seorang wanita, seperti apa yang di impikan Dani sebelumnya. Datang Mima yang memang untuk karakter vokalnya sangat dibutuhkan. Restless mulai membuat beberapa materi lagu untuk proyek tersebut, dan single pertama Restless berjudul Embun Suci masuk dalam kompilasi Ujunberung Rebelss atau Independent Rebels.
Tanggapan positip di scene underground Bandung semakin memperkuat semangat untuk membuat mini album yang pertama. Seiring persiapan materi rekaman, Hani mengundurkan diri, tempatnya digantikan Dewo (eks Dead of pain). Pengerjaan mini album ini dilakukan secara live di Studio 41 Bandung. Dan akhirnya, Bentangan Sunyi menjadi nama titel mini album pertama Restless di tahun 2000. Stelah rampung mini album ini Mima mengundurkan diri, kemudian tempatnya digantikan Mala (Eks. Choir Voice Geboren)
Konsep musik RESTLESS sendiri pada mini album pertama turut dipengaruhi oleh band-band metal internasional seperti Within Temptation, Therion, My Insanity, Theatre of Tragedy sampai The Sins Of Thy Beloved.
Pada tahun 2001-2002 Restless melakukan Demo Tour di Jawa dan Sumatera. Setelah selesai demo tour tersebut, dalam selama setahun terjadi kepakuman di tubuh Restless karena ada kesibukan masing-masing. Walau dalam kepakuman Dani & Shule tetap mempersiapkan konsep materi baru. Pada bulan Juli 2002 Restless mulai masuk studio 41 Bandung. Penggarapan ini di bantu oleh engineered, Yayat (eks guitar Jasad) dan Toteng (Forgotten). Nuansa musik yang disuguhkan memang berbeda dengan album sebelumnya. Dan akhirnya melalui proses yang panjang keluarlah Shadow of Black.... sebagai mini album kedua Restless.
Keluarnya mini album kedua ini diserta perjalanan panjang Tour Shadow of Black 2003-2004. Ditahun 2004 juga bergabungnya Raga seorang pemain biola yang semakin memperkaya konsep bermusik Resstless. Dengan kekuatan baru tersebut Resstless kembali berencana masuk dapur rekaman untuk menggarap album ketiga.
Penggarapan album ketiga ini terbilang merupakan perjalanan yang panjang bagi Restless sendiri karena prosesnya memakan waktu hampir 3 tahun. Kembali Studio 41 menjadi tempat penggarapan album ketiga. Setelah musik selesai digarap, ujian datang menimpa Restless setengah master rekaman Restless hilang dalam pembackup-an data di Studio 41. Kerja keras yang telah dilakukan akhirnya membuat para personil down, pada saat ini juga kembali terjadi kepakuman di tubuh Restless, masing-masing personil kembali pada kesibukkan mereka dan melupakan sejenak kejadian tersebut.
Di tahun 2005 datang Kajul seorang teman yang juga pemilik Tru Lies Prod. menawarkan kembali penggarapan album ketiga Restless di Kanna Studio miliknya Om Mail. Restless kemudian mengubah konsep bermusiknya dengan tetap memasukan unsur khas Restless dalam penggarapan masuk studio rekaman. Dalam pengerjaannya Mala mengundurkan diri dari Restless karena kesibukkannya. Walau belum mendapat pengganti vokalis, penggarapan musik terus dilanjutkan. Atas bantuan teman baik di Kanna Studio, Restless diperkenalkan seorang vokalis bernama Sheila. Datangnya Sheila menambah nuansa Restless menjadi penuh warna. Awal 2007 rampung sudah album ketiga Restless dengan titel “Hariku Lebih Hitam dari Gelapnya Malam”.
Restless kembali pakum oleh kesibukan masing-masing personil di tahun 2008-2009, kemudian Shule, Eko Dewo dan raga berinisatif menelurkan single bernuansa religi di awal ramadhan 2010. Studio Extend menjadi tempat penggarapan 2 single tersebut, untuk vokal dibantu Devita (Armored/ Terrible Symphonic). Dengan bantuan Oteng Forgotten & Andri Extend di studio akhirnya selesai penggarapan 2 single Restless. Pada 2011 ini Restless sedang mempersiapkan materi untuk album terbarunya.
Last Lineup:
1. Dani (Guitar)
2. Shule (Guitar)
3. Eko Dewo (Bass)
4. Ragadipa (Violin)
5. Abet (Drum)
Restless Discography:
1. Singgle Album, Embun Suci (Independent Rebel, Aquarius 1995)
2. Mini Album, Bentangan Sunyi (Pieces Prod. 1997)
3. Mini Album, Shadow of Black (Pieces Prod. 2002)
4. Full Album, Hariku Lebih Hitam dari Gelapnya Malam (True Lies Prod. 2007)
5. Single, Sang Pemberi Cahaya (Gothika & extend studio, Desember 2010)
6. Single, Bila Waktu (Opick Cover) (Gothika & extend studio, Februari 2011)
Gebrakan Restless di Album ke Empat
Ujung Berung,- Salah satu band ternama di kota Bandung yang menganut aliran musik Gothic bakal kembali mendobrak pecinta musik bawah tanah dengan meluncurkan album ke 4 dengan nama Reborn to the Darkness yang sebelumnya band ini telah melahirkan beberapa lagu seperti di singel album Embun Pagi (Independent Rebel, Aquarius 1995), mini album Bentangan Sunyi (Pieces prod. 1997), mini album Shadow of Black (Pieces Prod.2002), full album, Hariku Lebih Hitam dari Gelapnya Malam ( True Lies Prod. 2007), dan singel Sang Pemberi Cahaya ( Restless - Gothika - Extend 2011) dan singel terbarunya Bila Waktu Tlah Berakhir ( Restless - Gothika - Extend 2011).
Restless itulah nama band yang di monitori oleh Sulaeman (guitar), Dani (drum), Eko (bass), Raga ( komposer/biola), Devita ( editional vocal), Yeru (editional drum), Asep ( editional keyboard) dari tahun 1995 Sanggup menerbangkan sayapnya dalam dunia musik indie di bawah payung rekaman Pieces Record.
"Kami sudah melahirkan beberapa rilis album baru yang ke 4 dengan singel terbaru Bila Waktu Tlah Berakhir, " tegas Eko Dewo saat ditemui www.bdguptodate.com jalan Ujung Berung Bandung.
Album ke yang sudah dirilis dari bulan Oktober 2010 ini telah menghasilkan beberapa judul andalan yang diantaranya Singa Padang Pasir, Sang Pemberi Cahaya, Reborn to the Darkness.
"Album ke 4 ini kami rilis dari bulan Oktober 2010 lalu dengan menghasilkan lagu andalan kami dengan judul Singa Padang Pasir, Sang Pemberi Cahaya, Reborn to the Darkness," katanya.
Ditanya tentang kapan mereka mengenalkannya ke public untuk album ke 4 nya, Eko salah satu pentolan band menjawabnya, akan mengeluarkannya di manapun dan kapanpun juga bisa.
"Untuk melouncingkan album baru, kami tidak mematok tempat dan waktu, bisa saja di manapun dan kapanpun kami mau, ya itupun juga bila waktunya ga bentrok dengan kerjaan kami masing - masing,"tutur Eko.
Rilik lagu yang menjadi ciri khas band ini telah banyak menggaet pecinta genre musik Gothic pada jamannya, hal itu terbukti ketika Restless merilis album perdananya di tahun 1995.
Sumber : Berbagai sumber
Diposkan oleh
Bayu Handono
Label:
Musik
Subscribe to:
Posts (Atom)





.jpg)